Kajian paleontologi Bovidae dari Formasi Bapang Daerah Sangiran berdasarkan morfologi, biometri, dan morfometri gigi molar

  • M, Rais Fathoni Staf Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran atau Mahasiswa Magister Teknik Geologi ITB

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paleontologi Bovidae dari Formasi Bapang di Kubah Sangiran berdasarkan pengamatan morfologi, biometri, dan morfometri gigi molar (geraham) bawah. Analisinya menggunakan 24 spesimen fosil gigi molar. Berdasarkan pengamatan biometri molar bawah, Bibos palaesondaicus memiliki nilai LB, AW, dan PW paling panjang, kemudian secara berurutan diikuti molar Bubalus palaeokerabau dan Duboisia santeng. Pengamatan morfometri menunjukkan transformasi titik landmark (anatomi) yang berpengaruh terhadap pemisahan spesimen berdasarkan kemiripan anatominya. Pada molar bawah, grid transformasi dan wireframe menunjukkan metastylid dan entostylid milik B. palaeokerabau lebih panjang atau melebar daripada B. palaesondaicus. Sebaliknya, metaconid rib, entoconid rib, protoconid, dan hypoconid pada B. palaesondaicus justru lebih panjang daripada B. palaeokerabau. Melalui wireframe, terlihat bagian antomi hypoconulid pada M3 B. palaeokerabau lebih ramping daripada milik B. palaesondaicus. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi, biometri, dan morfometri molar, Bovidae dalam Formasi Bapang dapat diklasifikasikan menjadi 3 taksa berdasarkan kemiripan anatominya, yaitu B. palaeokerabau, B. palaesondaicus, dan D. santeng.


Bapang Bawah didominasi konglomerat, terdapat fauna B. palaeokerabau dan B. palaesondaicus. Bapang Tengah dan Bapang Atas didominasi batupasir. Dalam Bapang Tengah terdapat fauna B. palaeokerabau, B. palaesondaicus, dan D. santeng, sedangkan Bapang Atas hanya dijumpai fauna B. palaeokerabau dan B. palaesondaicus saja. Berdasarkan karakter litologinya, Bapang Bawah diendapkan di lingkungan sungai bermeander, sedangkan Bapang Tengah dan Bapang Atas diendapkan di lingkungan sungai teranyam. Secara umum, kumpulan fauna di semua posisi stratigrafi menunjukkan kondisi lingkungan padang rumput. Artinya, selama pengendapan Fm. Bapang (bawah, tengah, dan atas) seluruhnya dalam lingkungan padang rumput. Dengan demikian maka selama pengendapan Fm. Bapang yang berumur Pleistosen Bawah-Pleistosen Tengah kondisi lingkungan dan klimatologisnya adalah sama.


 Kata kunci: morfologi biometri morfometri, molar Bovidae, Fm. Bapang, lingkungan purba


 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-12-27
How to Cite
FATHONI, M, Rais. Kajian paleontologi Bovidae dari Formasi Bapang Daerah Sangiran berdasarkan morfologi, biometri, dan morfometri gigi molar. Bulletin of Geology, [S.l.], v. 5, n. 4, p. 763-779, dec. 2021. ISSN 2580-0752. Available at: <https://buletingeologi.com/index.php/buletin-geologi/article/view/165>. Date accessed: 19 jan. 2022.