The Analysis of Characteristic and Distribution of Natural Fracture on Basement Outcrop at Kedabang Cape, Batam Island, Kepulauan Riau Province

  • Yehezkiel Festian Prakoso Institut Teknologi Bandung

Abstract

Kegiatan eksplorasi pada reservoir rekah alami membutuhkan pemahaman mendalam mengenai karakteristik rekahan alami seperti orientasi umum rekahan, sifat fraktal atribut rekahan, distribusi intensitas dan densitas rekahan pada  Zona  Hancuran  Sesar  (FDZ),  serta  faktor-faktor  yang  mengontrol  distribusinya.  Daerah  penelitian  secara administratif  termasuk  ke  dalam  wilayah  Kecamatan  Nongsa,  Kota  Batam,  Provinsi  Kepulauan  Riau.  Daerah penelitian secara geografis terbentang antara 1 ̊8’21” LU –1 ̊8’41” LU dan 104 ̊8’47” BT –104 ̊9’8” BT. Pengukuran data  rekahan  alami  menggunakan  metode linear  scanline dan window  scanline di  daerah  Tanjung  Kedabang. Pengukuran data rekahan alami dilakukan pada batuan dasar granit dan riolit. Jumlah rekahan adalah 769 rekahan, berupa 587 rekahan terbuka (joint), 177 rekahan gerus (shearfracture), dan 5 rekahan terisi (vein).Rekahan terbuka berarah utara barat daya-selatan tenggara (NNW-SSE) dan barat-timur (ENE-WSW). Rekahan gerus berarah timur laut-barat daya (NE-SW) dan barat laut-tenggara (ENE-WSW). Rekahan terisi berarah timur timur laut -barat  barat  daya  (ENE-WSW).  Nilai  intensitas  rekahan  alami  di  Tanjung  Kedabang  adalah  6-32  rekahan/m, sedangkan nilai densitas rekahan alami di Tanjung Kedabang adalah 0,09-0,42 cm/cm². Lebar zona hancuran dalam untuk Sesar Tanjung Kedabang adalah 23-90 m, sedangkan untuk sesar di singkapan YFP-A4 adalah 3,8 meter. Lebar zona  hancuran  sesar  menunjukan  hubungan  linear  dengan  panjang  dan  pergerakan  sesar.  Intensitas  dan  densitas rekahan di dalam zona hancuran lebih besar dibandingkan di luar zona hancuran. Faktor kontrol distribusi intensitas dan densitas rekahan alami adalah struktur geologi dan litologi batuan dasar. Analisis sifat fraktal rekahan alami di daerah  penelitian  menghasilkan  kesimpulan  bahwa  rekahan  alami  di  daerah  penelitian  bersifat  fraktal  mengikuti distribusi power law. Nilai porositas rekahan batuan dasar di Tanjung Kedabang bervariasi pada rentang 0,01-0,09%. Permeabilitas  rekahan  berdasarkan Metode Cubes berkisar  pada  rentang  0,53-83,82  darcy,  sedangkan  berdasarkan Metode Matchstick berkisar pada rentang 0,40-62,86 darcy.


Kata kunci: Batam, fraktal, rekahan, zona hancuran, scanlin

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-11-17
How to Cite
PRAKOSO, Yehezkiel Festian. The Analysis of Characteristic and Distribution of Natural Fracture on Basement Outcrop at Kedabang Cape, Batam Island, Kepulauan Riau Province. Bulletin of Geology, [S.l.], v. 5, n. 4, p. 793-805, nov. 2021. ISSN 2580-0752. Available at: <https://buletingeologi.com/index.php/buletin-geologi/article/view/136>. Date accessed: 22 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.5614/bull.geol.2021.5.4.3.