LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY ZONATION BASED ON FREQUENCY RATIO METHOD, IN KARAHA BODAS GEOTHERMAL FIELD, WEST JAVA

  • Giva Havirgus Zahara student

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang cukup unik karena letak sumber panas bumi yang berada di kawasan  pegunungan  dengan  kondisi  lereng  yang  cukup terjal  dan  struktur  geologi  yang cukup  kompleks.  Pada umumnya lapangan panas bumi bertemperatur tinggi berada di daerah vulkanik dengan relief yang tinggi, morfologi curam, terdapat batuan dengan alterasi hidrotermal yang menghasilkan tanah yang cukup tebal, dan curah hujan yang tinggi. Hal tersebut yang menjadi ancaman dalam pengembangan panas bumi yang menyebabkan bencana longsor. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengevaluasi  parameter  yang  sangat  berpengaruh  terhadap  kejadian  longsoran  di daerah penelitian,memetakan kerentanan longsoran di area panas bumi Karaha Bodas dengan metode Frequency Ratio (FR), metode Fuzzy Logic (FL), dan kombinasi metode FR -FL serta mengetahui dan mengevaluasi metode statistik yang  lebih  tepat  untuk  menentukan  zonasi  kerentanan  longsoran  pada  daerah  penelitian.Berdasarkan  inventaris kejadian longsoryang didapat dari PVMBG, BPBD setempat, dan penginderaan jauh, terdapat 538longsoran pada daerah  penelitian.  Data  kejadian  longsor  tersebut  kemudian  dibagi  menjadi  dua  kelompok  secara  acak,  yaitu  data training70%  (377longsoran) dan  data test30%  (161longsoran).  Terdapat 16 parameter  yang  digunakan  untuk mengetahui pengaruhnya  pada  kejadian  longsor,  diantaranya  ketinggian,  kemiringan  lereng,  arah  lereng,  kurvatur, litologi, arah aliran, jarak dari jalan, densitas kelurusan, jarak dari kelurusan, densitas sungai, jarak dari sungai, Stream Power Index(SPI), Topographic Wetted Index (TWI), curah hujan, Normalized Differential Vegetation Index (NDVI) dan  penggunaan  dan  penutupan  lahan. Nilai Area  Under  Curve (AUC) dari  parameter  penyebab  longsoran  yang berpengaruh terhadap kejadian longsoran adalah ≥ 0,6.Berdasarkan nilai AUC, parameter yang sangat berpengaruh terhadap kejadian longsoran pada daerah penelitian dengan metode FR adalah kemiringan lereng, tata guna tutupan lahan, densitas sungai, ketinggian, jarak dari jalan, litologi, jarak dari sungai, curah hujan, NDVI, TWI, dan kurvatur.Hasil evaluasi nilai AUC success rate menunjukan metode FR (0,786)dan hasil evaluasi nilai AUC prediction rate menunjukan metode FR(0,793). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa metode FR memiliki akurasi nilai AUC yang berpengaruh untuk zonasi kerentanan longsoran pada area panas bumi Karaha Bodas dan sekitarnya.


Kata kunci: Karaha Bodas, longsoran, frequency ratio

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-12-27
How to Cite
ZAHARA, Giva Havirgus. LANDSLIDE SUSCEPTIBILITY ZONATION BASED ON FREQUENCY RATIO METHOD, IN KARAHA BODAS GEOTHERMAL FIELD, WEST JAVA. Bulletin of Geology, [S.l.], v. 5, n. 4, p. 780-792, dec. 2021. ISSN 2580-0752. Available at: <https://buletingeologi.com/index.php/buletin-geologi/article/view/176>. Date accessed: 15 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.5614/bull.geol.2021.5.4.2.