ANALISIS PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN IDENTIFIKASI UPWELLING BERDASARKAN FORAMINIFERA PLANKTONIK SEJAK AKHIR LAST GLACIAL MAXIMUM DI WILAYAH PERAIRAN PULAU SIMEULUE, ACEH

  • Winda Eka Mandiri Puteri Institut Teknologi Bandung
  • KHOIRIL ANWAR MARYUNANI Institut Teknologi Bandung
  • PURNA SULASTYA PUTRA Institut Teknologi Bandung, dan Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
  • SEPTRIONO HARI NUGROHO Institut Teknologi Bandung, dan Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Abstract

Sari – Analisis perubahan iklim dan lautan di wilayah perairan Pulau Simeulue Aceh sejak Pleistosen Akhir hingga Resen dilakukan karena daerah ini berada di wilayah tropis Samudera Hindia yang memiliki peran dalam dinamika iklim global. Wilayah perairan barat Sumatera terletak di timur Samudera Hindia yang dipengaruhi oleh variabilitas atmosfer dan lautan sepanjang tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu permukaan laut (SPL) dan mengidentifikasi upwelling dengan menggunakan proksi foraminifera. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel inti sedimen EW17-08 sepanjang 217 cm yang diambil dari kedalaman 2.811 m di perairan barat Pulau Simeulue Aceh pada posisi 94° 46’ 43” BT dan 2° 29’ 47” LU. Berdasarkan hasil pentarikhan AMS C-14 umur inti sedimen laut dalam EW17-08 adalah 21.300 BP (Plesitosen Akhir). Berdasarkan hasil analisis SPL menggunakan metode Modern Analogue Technique (MAT), rata-rata SPL pada Pleistosen Akhir adalah 27.78oC dan pada Holosen rata-rata SPL adalah 28.15oC. Perbedaan SPL pada Pleistosen Akhir-Holosen di daerah penelitian tidak terlalu signifikan namun terjadi beberapa kali penurunan suhu permukaan laut secara cepat yang diasosiasikan dengan peristiwa-peristiwa iklim yang terjadi sejak Last Glacial Maximum (LGM) seperti deglasiasi, Oldest Dryas, Bølling Interstadial, Older Dryas, Allerød Interstadial, dan Younger Dryas, Preboreal-Boreal, 8.2k event, Holocene Thermal Maximum, and 4.2k event, Subboreal, Warm Period, dan Little Ice Age. Intensitas upwelling di daerah penelitian menunjukan peningkatan pada Pleistosen Akhir yaitu pada kisaran umur 9.220-15.140 BP berdasarkan kelimpahan Globigerina bulloides. Upwelling yang terjadi pada periode tersebut mempengaruhi peningkatan total kelimpahan foraminifera yang cukup signifikan. Intensitas upwelling diperkirakan dipengaruhi oleh peningkatan intensitas muson tenggara.


 


Kata Kunci: foraminifera, SPL, upwelling, perairan Pulau Simeulue Aceh, Indian Ocean


 


Abstract –Analysis of climate change and oceanography in Simeulue waters, Aceh since the Late Pleistocene-Holocene were researched because this study area is located in the tropical Indian Ocean which plays a role in the dynamics of the global climate change. The study area is on the eastern Indian Ocean which is affected by the variability of the atmosphere and oceans throughout the year. This study aims to determine changes in sea surface temperature (SST) and identify upwelling using foraminifera proxy. A marine sediment core EW17-08 along 217 cm (94° 46’ 43” longitude and 2° 29’ 47” latitude) was retrieved from a depth of 2.811 m in western of Simeulue Island, Aceh. Based on AMS radiocarbon dating, the age of sediment core EW17-08 is 21.300 BP (Late Pleistocene). Based on SST analysis using Modern Analogue Technique (MAT) method, average of SST in the Late Pleistocene was 27.78oC and average of SST in the Holocene was 28.15oC. The difference in the Late Pleistocene-Holocene is not too significant but there have been several times abrupt decreasing SST in the study area which is associated with climatic event since Last Glacial Maximum (LGM) such as deglaciation, Oldest Dryas, Bølling Interstadial, Older Dryas, Allerød Interstadial, dan Younger Dryas, Preboreal-Boreal, 8.2k event, Holocene Thermal Maximum, and 4.2k event, Subboreal, Warm Period, and Little Ice Age.  The intensity of upwelling showed increasing in the Late Pleistocene (9.220-15.140 BP) based on abundance of Globigerina bulloides. Upwelling that occurred during this period affected a significant increase in the total abundance of foraminifera. The upwelling intensity is estimated to be influenced by the increasing intensity of the southeast monsoon.


 


Keywords: foraminifera, SST, upwelling, waters of Simeulue Island, Aceh, Indian Ocean

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-07-11
How to Cite
PUTERI, Winda Eka Mandiri et al. ANALISIS PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN IDENTIFIKASI UPWELLING BERDASARKAN FORAMINIFERA PLANKTONIK SEJAK AKHIR LAST GLACIAL MAXIMUM DI WILAYAH PERAIRAN PULAU SIMEULUE, ACEH. Bulletin of Geology, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 652-662, july 2021. ISSN 2580-0752. Available at: <https://buletingeologi.com/index.php/buletin-geologi/article/view/154>. Date accessed: 29 jan. 2023.